Isrol Triono

isroltriono@yahoo.co.id

Caitlin Rose yang beberapa akhir-akhir ini menemani malam yang begitu tenang menjelang pagi.

Penyanyi country kelahiran 23 Juni 1987, yang terbilang sangat muda usianya, sungguh membuatku tenang sesaat ketika di sela-sela aktifitasku di depan layar komputer.
dari mulai lagu berjudul “coming up”, rasanya ada “gejolak rasa galau yang begitu kupertahankan”. hahaha..aku terkesipu malu sebenarnya, namun mengapa mengelak dari kenyataan perasaan ini? “batinku”.

"ku kira ini perasaan yang sangat manusiawi"

seperti musik Caitlin Rose yang tidak membatasi antara usia dan musik yang dia buat. Bagaimana gaya pengakuan melalui lirik dan nuansa musiknya, begitu menyayat hati kejujuran, suara lirih. dan saya akui musik yang di mainkan adalah koleksi yang sangat indah, bagaimana Caitlin Rose menampilkan kedewasaan dalam penulisan lagu yang sedikit dimiliki pada usia muda.

trimakasih, tossssss buatmu

Isrol T

tumblrbot asked: WHAT IS YOUR FAVORITE INANIMATE OBJECT?

Isrol triono

Karya yang saya buat sekitar tahun 2008, dengan waktu yang spontan menggunakan spidol warna warni,  lalu saya beri sentuhan kolase (cuting tempel) di bagian perut karakter.

Gambar ini berjudul “Didalam diriku, ada diriku sendiri”, menceritakan tentang bagaimana diri sendiri menjadi aset untuk eksplorasi ketika berada di lingkungan, percaya diri dan rasa keyakinan atas sesuatu yang kita lakukan dan percayai dari sebuah makna hidup dan nilai-nilai atas diri kita terhadap lingkungan di sekitarnya.

Lembaran buku yang terlupa

Aku melihatmu di Taman budaya pada saat pameran seni festival beberapa waktu itu. Dirimu datang sendirian, ya aku melihat!! Menatapmu pada saat kau masih tak menyadari kehadiranku, membuat diriku melayang jauh pada momen satu tahun yang lalu, ketika kita berdua menghadiri pameran seni di tempat lain. Dirimu tak lama menyapaku dan aku tak tahu bagaimana akan membalas sapamu, aku membalas senyum dengan pikiran gelisah.

Sempat sejenak teralih pikiran dan pandangan kita ketika seorang temanku mengajak berbincang soal kabarku yang datang tiba-tiba. Ya’ aku ingat itu.

Kau tampak gelisah sembari mengeluarkan sebungkus rokok dari tasmu dan sangat sungkan untuk membakar di dalam ruangan itu, lalu dirimu beralih keluar ruangan setelah meminjam korek temanku. Waktu sungguh singkat pertemuan ini, sesingkat hari-hari yang sempat kita lalui bersama, begitu menyayat dan menyirnahkan segalanya, berkelebat. Hari-hari yang remuk seperti abu di ujung rokokmu yang habis terbakar dan jatuh ke lantai.

“Sama saja” dalam hatiku, mendadak berpikir ada sesuatu yang lucu saat kini segala yang terjadi di masa lalu seakan termaafkan. Seberapa menyakitkan dan menyebalkan perpisahan kita, yang dulu terjadi karena kita terlalu ingin menang sendiri.

Iya, di hari-hari itu aku mencintaimu, sampai aku tak ingin melepaskanmu dan walaupun kala itu arti kata cinta masih terlalu kabur bagiku dan kita seringkali membahas cinta yang sebenarnya.

Tapi pasti ada sesuatu yang indah untuk sesaat bertemu denganmu kembali, seperti membuka kembali lembaran buku yang terlupa, lama tersimpan di balik tumpukan buku-buku baru yang mulai berdebu.

Isrol triono 09102011

“Kutu Loncat A.K.A Fleapatriat”

Salah satu istilah “kutu loncat”, biasanya dipakai untuk para pekerja yang sering berpindah-pindah “tempat kerja” dalam waktu yang relatif pendek… tapi bagaimana bila ketika hanya di satu ruangan tempat kerjanya memiliki seharian waktu full yang sangat kondisional.

Nah.. kalau ‘kutu loncat’ atau bahasa kerennya ‘flea”, bahasa plesetannya “fleapatriat’, kadang memainkan sensor ekstoparasit yang berkembang melata, karena mungkin binatang ini di lengkapi fasilitas loyal, dengan antena siyal messenger pemantau, daya penciuman yang berlebih, hingga memiliki prilaku kuasa yang mudah untuk menghinggap dimana saja sesuai dengan kondisi lingkungan di tempat kerjanya.Tadinya ogut pikir, kutu loncat itu hanyalah binatang di rambut saja.. tetapi sejak konsultasi ke spesialis dokter “beranak”, binatang pengganggu yang parasit kecil itu..

Barulah Saya mengerti.. ternyata memang binatang ‘kutu loncat A.K.A fleapatriat” selalu saja mencuri sela waktu kerjanya untuk mengutarakan hasrat liar yang kadang sejenak untuk menyambi alih bahasa istana sarangnya.Ternyata kutu loncat ini cukup liar dan nakal, dan seringkali menjalar melalui kursi, berloncatan di antara meja-meja, kadang datang tiba-tiba menjulurkan sosoknya yang penuh kejut, sampai sempat memamerkan panjang loncatan 45cm sebagai andalan manipulasi birahi pikiran si fleapatriat dengan modus rayuan murahan ala supir angkot.Wah!! kalau saya memiliki kemampuan bahasa binatang, mungkin saya akan mengerahkan bala bantuan kera sakti mengumpulkan tenaga supernya untuk melahap si “kutu laknat” si penebar virus telur penggangu itu.

Memang semestinya harus di pringati binatang parasit jenis kutu itu, bahaya kalau di biarkan. Pasti ada ektisida ampuh di tahun 2011 ini, untuk memberhentikan prilaku loncatan laknat si kutu itu.

Minggu, 02/01/2011, 3:55

ISTRI “di rumah gubuk”